Luka Cumic
Ascielemani – Geliat bursa transfer Liga 1 Indonesia di awal tahun 2026 kembali menyuguhkan kejutan besar. PSM Makassar, klub dengan sejarah panjang dan basis suporter yang fanatik, secara resmi mengumumkan perekrutan Luka Cumic. Kedatangan pemain sayap (winger) asal Serbia ini bukan sekadar menambah kuota pemain asing, melainkan sebuah pernyataan ambisi dari manajemen Laskar Pinisi untuk kembali merajai kasta tertinggi sepak bola tanah air.
Di bawah asuhan pelatih Tomas Trucha, PSM Makassar sedang dalam proses transformasi gaya bermain yang lebih dinamis. Pertanyaan besar yang muncul di benak para pengamat dan suporter “Juku Eja” adalah: seberapa efektifkah Luka Cumic dalam skema taktis yang diusung Trucha? Artikel ini akan mengulas secara mendalam profil sang pemain, karakteristik permainannya, serta bagaimana ia akan melebur dalam sistem permainan PSM Makassar.
Profil Luka Cumic, Sayap Eksplosif dengan Mentalitas Eropa

Luka Cumic bukanlah nama asing di jagat sepak bola Eropa Timur. Pemain yang memiliki kecepatan di atas rata-rata ini memiliki latar belakang yang solid di kompetisi domestik Serbia dan sempat mencicipi atmosfer kompetisi di negara Eropa lainnya. Sebagai winger, Cumic membawa gaya bermain yang sangat khas: disiplin taktik, keberanian dalam duel satu lawan satu, dan efisiensi dalam penyelesaian akhir.
Kehadiran Cumis memberikan dimensi baru bagi PSM. Jika selama ini PSM sering mengandalkan umpan-umpan panjang ke arah striker, Cumic menawarkan opsi serangan balik yang lebih terstruktur melalui sisi lapangan. Dengan usia yang masih berada di masa produktif, ia diharapkan tidak hanya memberikan dampak teknis, tetapi juga menjadi mentor bagi talenta-talenta muda Makassar di posisi sayap.
Memahami Filosofi Taktik Tomas Trucha di PSM
Sejak mengambil alih kursi kepelatihan, Tomas Trucha membawa angin perubahan dengan pendekatan yang lebih modern. Trucha dikenal sebagai pelatih yang menyukai permainan high-pressing dan transisi yang sangat cepat. Dalam skema andalannya, baik itu 4-3-3 atau 4-2-3-1, peran pemain sayap sangatlah sentral.
Winger dalam sistem Trucha tidak boleh hanya menunggu bola. Mereka dituntut untuk memiliki work rate tinggi—siap menyerang dengan agresif saat menguasai bola, dan segera turun membantu pertahanan saat kehilangan bola. Inilah tantangan pertama bagi Luka Cumic: apakah ia mampu mengimbangi tuntutan fisik dan stamina yang menjadi standar emas Tomas Trucha?
Analisis Taktis: Peran Cumic sebagai “Inverted Winger”
Salah satu kekuatan Luka Cumic adalah kemampuannya bermain di kedua sisi sayap dengan sama baiknya. Namun, dalam skema modern, ia sering ditempatkan sebagai Inverted Winger. Jika dimainkan di sisi kiri dengan kaki kanan sebagai kekuatan utamanya, Cumic memiliki kecenderungan untuk melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti daripada melakukan umpan silang klasik dari garis tepi.
Pergerakan masuk ke dalam ini akan membuka ruang bagi bek sayap (fullback) PSM untuk melakukan overlap. Sinergi antara Cumic dan bek sayap akan menjadi kunci utama serangan PSM. Dengan menarik bek lawan ke tengah, Cumic menciptakan celah yang bisa dieksploitasi untuk mengirimkan umpan tarik (cut-back) yang mematikan.
Efektivitas Serangan Balik dan Pemanfaatan Lebar Lapangan

PSM Makassar identik dengan karakter permainan yang keras dan cepat, sesuai dengan filosofi “Siri’ na Pacce”. Luka Cumic sangat cocok dengan identitas ini. Dalam situasi serangan balik, kecepatan murni Luka Cumic Pemain PSM Makassar adalah ancaman nyata bagi pertahanan lawan yang sering kali meninggalkan ruang kosong di belakang.
Tomas Trucha kemungkinan besar akan memberikan instruksi kepada gelandang pengatur serangan untuk segera mengirimkan bola ke area kosong yang ditinggalkan lawan, di mana Cumic sudah siap melakukan sprint. Efektivitas ini akan terlihat dari jumlah key passes dan big chances created yang dihasilkan Cumic dalam setiap pertandingan.
Menakar Chemistry dengan Lini Depan Laskar Pinisi
Sebagus apa pun seorang winger, ia tidak akan efektif tanpa adanya koneksi dengan penyerang tengah. PSM saat ini memiliki striker yang kuat dalam duel udara dan mampu menjadi tembok pemantul. Luka Cumic harus mampu membaca pergerakan striker tersebut.
Apakah Cumic akan lebih sering mengirimkan umpan silang melambung, atau ia akan melakukan umpan pendek satu-dua untuk menembus pertahanan? Adaptasi ini biasanya memakan waktu, namun dengan pengalaman Cumic bermain di berbagai level, diharapkan proses chemistry ini bisa berjalan lebih cepat. Jika sinergi ini terbentuk, lini depan PSM akan menjadi salah satu yang paling ditakuti di Liga 1 2026.
Disiplin Bertahan, Ujian Stamina di Cuaca Tropis

Bermain di Indonesia, khususnya di Makassar atau markas sementara di Stadion Batakan, memiliki tantangan tersendiri berupa cuaca panas dan kelembapan tinggi. Pemain Eropa sering kali kesulitan menjaga konsistensi permainan selama 90 menit penuh di bawah terik matahari.
Dalam skema Trucha, jika Cumic gagal melakukan track-back untuk membantu pertahanan, sisi sayap PSM akan menjadi lubang yang mudah dieksploitasi lawan. Kedisiplinan taktik Cumic akan diuji di sini. Ia harus pintar-pintar mengatur napas dan tahu kapan harus melakukan sprint maksimal dan kapan harus melakukan zonal marking untuk menutup ruang.
Harapan Suporter dan Tekanan Mental di Liga 1
Suporter PSM Makassar dikenal sangat kritis namun suportif. Ekspektasi terhadap pemain asing berlabel Eropa seperti Luka Cumic tentu sangat tinggi. Setiap sentuhan, umpan, dan golnya akan dipantau dengan teliti.
Cumic harus memiliki mentalitas baja untuk menghadapi tekanan ini. Adaptasi budaya di luar lapangan juga sangat memengaruhi performa di dalam lapangan. Jika ia mampu merasa nyaman dengan kehidupan di Makassar dan dicintai oleh suporter, performanya di lapangan hijau diyakini akan meningkat secara signifikan. Tomas Trucha memegang peranan penting sebagai jembatan komunikasi antara pemain baru dan lingkungan tim.
Apakah Luka Cumic adalah Kepingan Puzzle yang Hilang?
Secara teknis, Luka Cumic memiliki semua atribut untuk sukses bersama PSM Makassar di bawah asuhan Tomas Trucha. Ia memiliki kecepatan, teknik individu yang mumpuni, dan pemahaman taktik Eropa yang baik. Efektivitasnya akan sangat bergantung pada tiga hal: adaptasi fisik terhadap iklim Indonesia, pemahaman cepat terhadap instruksi transisi Trucha, dan chemistry dengan pemain lokal maupun asing lainnya.
Jika Luka Cumic mampu menerjemahkan visi Tomas Trucha di lapangan, maka ia bukan hanya akan menjadi idola baru di Makassar, tetapi juga faktor penentu yang membawa PSM Makassar kembali bersaing di papan atas perburuan gelar juara Liga 1.
