PSIM Yogyakarta
Ascielemani – Atmosfer sepak bola di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali memanas. Stadion Sultan Agung, Bantul, dipastikan akan menjadi saksi perjuangan Laskar Mataram dalam laga lanjutan kasta tertinggi sepak bola Indonesia. PSIM Yogyakarta berambisi raih 3 poin saat menjamu Semen Padang besok sore, Minggu, 4 Januari 2026. Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan ujian konsistensi bagi anak asuh Jean-Paul van Gastel untuk tetap berada di jalur persaingan papan atas klasemen.
Setelah melewati jadwal padat di penghujung tahun 2025, PSIM Yogyakarta kini menatap tahun baru dengan optimisme tinggi. Kemenangan atas Semen Padang dianggap sebagai harga mati untuk memberikan kado tahun baru bagi Brajamusti dan The Maident, sekaligus memperbaiki posisi mereka yang saat ini bertengger di peringkat ke-6 klasemen sementara.
Kondisi Skuad PSIM Yogyakarta, Rotasi dan Badai Cedera

Menjelang laga besok sore, tantangan terbesar bagi pelatih Jean-Paul van Gastel adalah kondisi fisik pemain yang terkuras. Jadwal liga yang sangat mepet di awal Januari 2026 memaksa tim pelatih untuk memutar otak. Kabar kurang sedap datang dari ruang perawatan, di mana beberapa pemain kunci dilaporkan masih dalam kondisi meragukan.
Gelandang asing andalan, Yusaku Yamadera, dikabarkan masih mengalami masalah pada kaki kirinya. Ketidakhadiran Yusaku tentu menjadi kehilangan besar bagi lini tengah PSIM Yogyakarta. Tak hanya itu, bek kanan muda Raka Cahyana juga dipastikan absen akibat hukuman akumulasi kartu merah yang ia terima pada laga dramatis melawan PSBS Biak pekan lalu.
Namun, Van Gastel tetap menunjukkan sikap tenang. “Kami tahu situasinya sulit dengan beberapa pemain absen, tetapi pemain lain sudah siap memberikan yang terbaik. Kami memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk melakukan rotasi tanpa mengurangi kekuatan tim,” ujar pelatih asal Belanda tersebut dalam sesi konferensi pers. Fokus utama tim saat ini adalah menjaga aliran bola tetap lancar dan meminimalisir kesalahan individu di lini belakang.
Ambisi PSIM Yogyakarta: Memutus Tren Hasil Imbang
PSIM Yogyakarta mengawali langkah di awal tahun ini dengan ambisi besar. Dalam dua pertandingan terakhir, Laskar Mataram harus puas berbagi angka dengan lawan-lawannya. Setelah ditahan imbang oleh Persijap Jepara dan terakhir bermain imbang 2-2 melawan PSBS Biak di kandang sendiri, kemenangan atas Semen Padang menjadi sangat krusial.
Razzi Taruna, manajer PSIM Jogja, menegaskan bahwa seluruh elemen tim memiliki satu visi yang sama. “Target kami jelas, 3 poin. Bermain di depan pendukung sendiri memberikan motivasi ekstra. Kami tidak ingin kehilangan poin lagi di kandang. Setiap poin sangat berharga untuk memastikan kita tetap bersaing menuju 10 besar atau bahkan lebih tinggi di akhir musim,” tegasnya.
Motivasi pemain pun terlihat sangat tinggi. Gelandang energik Fahreza Sudin dan penyerang tajam Deri Corfe dikabarkan dalam kondisi fit dan siap memborbardir pertahanan Semen Padang sejak peluit pertama dibunyikan. Strategi menyerang sejak menit awal diprediksi akan menjadi pilihan Van Gastel untuk meruntuhkan mental tim tamu.
Analisis Lawan, Kewaspadaan Terhadap Kebangkitan Semen Padang

Meskipun secara klasemen Semen Padang saat ini berada di posisi yang kurang menguntungkan (peringkat ke-16), PSIM Yogyakarta tetap waspada. Tim berjuluk Kabau Sirah dikenal memiliki semangat juang yang tinggi dan seringkali menyulitkan tim-tim besar saat bermain tandang.
Semen Padang datang ke Yogyakarta dengan misi bangkit setelah hasil kurang memuaskan di pertandingan sebelumnya. Van Gastel memperingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan lawan. “Semen Padang adalah tim legendaris dengan organisasi permainan yang rapi. Mereka memiliki transisi menyerang yang cepat. Kami harus waspada penuh selama 90 menit,” tambahnya.
Head-to-head kedua tim dalam setahun terakhir menunjukkan persaingan yang cukup sengit. Pada pertemuan terakhir di musim lalu, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Hal ini menunjukkan bahwa pertahanan Semen Padang bukanlah tembok yang mudah ditembus. Oleh karena itu, kreativitas lini tengah PSIM tanpa Yusaku akan sangat diuji besok sore.
Dukungan Suporter dan Stadion Sultan Agung
Faktor kandang tetap menjadi senjata rahasia bagi PSIM Yogyakarta. Meskipun pertandingan digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul sebagai markas sementara, dukungan dari Brajamusti dan The Maident tetap terasa seperti di Mandala Krida. Sorakan suporter dipercaya akan menjadi tenaga tambahan bagi para pemain saat kaki mulai terasa lelah di babak kedua.
Manajemen PSIM juga telah mengimbau kepada para pendukung untuk datang dengan tertib dan memberikan dukungan positif. Atmosfer yang kondusif diharapkan dapat membantu wasit memimpin pertandingan dengan adil, sehingga kualitas permainan Super League tetap terjaga.
Kemenangan di laga besok juga akan menjadi pernyataan penting bahwa PSIM Yogyakarta adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di kasta tertinggi Indonesia. Setelah bertahun-tahun berjuang untuk promosi, Laskar Mataram kini membuktikan bahwa mereka mampu bersaing secara kompetitif di Super League.
Prediksi Strategi dan Susunan Pemain

Tanpa Raka Cahyana dan kemungkinan Yusaku Yamadera, PSIM diprediksi akan sedikit mengubah formasi. Van Gastel kemungkinan akan menurunkan formasi 4-3-3 yang agresif:
-
Kiper: Harlan Suardi (jika sudah fit) atau kiper pelapis yang siap tampil.
-
Belakang: Samuel Christianson, Andy Setyo, Diawara, dan pengganti Raka Cahyana di sisi kanan.
-
Tengah: Fahreza Sudin, Adittia Gigis, dan kemungkinan pemain muda atau rekrutan baru untuk mengisi slot Yusaku.
-
Depan: Deri Corfe di sisi sayap, bersama dengan penyerang lokal potensial untuk menusuk pertahanan Semen Padang.
Kunci kemenangan PSIM akan terletak pada bagaimana mereka memenangi duel di lini tengah dan efektivitas Deri Corfe dalam memanfaatkan peluang di kotak penalti. Jika PSIM mampu mencetak gol cepat, maka jalannya pertandingan akan lebih mudah untuk dikendalikan.
Kesimpulan
Laga antara PSIM Yogyakarta melawan Semen Padang besok sore dijanjikan akan berlangsung sengit. PSIM Yogyakarta berambisi raih 3 poin saat menjamu Semen Padang besok sore sebagai pembuktian bahwa mereka layak berada di jajaran elit sepak bola Indonesia. Meskipun dihantui krisis pemain akibat cedera dan suspensi, semangat juang Laskar Mataram tidak akan luntur.
Mari kita nantikan apakah strategi “Meneer” Van Gastel mampu meredam perlawanan Kabau Sirah dan mengamankan poin penuh untuk publik Yogyakarta. Kemenangan ini bukan hanya soal poin, tapi soal harga diri dan ambisi besar untuk terus melangkah maju.
