Marcos Reina
Ascielemani – Dunia sepak bola tanah air kembali dikejutkan dengan daya juang luar biasa dari Macan Putih. Dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Tim Asuhan Marcos Reina, Persik Kediri Berhasil Tahan Imbang Pemuncak Klasemen BRI Liga 1 Persib Bandung. Hasil ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari kedisiplinan taktis yang diterapkan oleh pelatih asal Spanyol tersebut sejak menit pertama peluit ditiupkan.
Persib Bandung, yang datang dengan status sebagai pemuncak klasemen dan memiliki produktivitas gol tertinggi, dibuat frustrasi oleh barisan pertahanan Persik. Marcos Reina tampaknya telah mempelajari dengan saksama pola serangan transisi cepat yang menjadi senjata utama Bojan Hodak. Dengan menempatkan blok pertahanan rendah yang rapat, Persik memaksa para pemain Persib untuk melakukan tembakan jarak jauh yang tidak efektif.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa kualitas kolektivitas tim bisa meredam kualitas individu bintang. Nama-nama besar di kubu Persib seperti Ciro Alves dan David da Silva kesulitan mendapatkan ruang tembak yang bersih karena pengawalan berlapis dari para pemain belakang Persik Kediri.
Strategi Marcos Reina, Mematikan Lini Tengah dan Serangan Balik Kilat

Salah satu alasan mengapa Tim Asuhan Marcos Reina, Persik Kediri Berhasil Tahan Imbang Pemuncak Klasemen BRI Liga 1 Persib Bandung adalah keberanian Reina dalam merombak susunan lini tengahnya. Ia menugaskan gelandang pengangkut air untuk melakukan man-to-man marking ketat terhadap motor serangan Persib.
Strategi ini terbukti efektif. Aliran bola Persib dari lini belakang ke depan seringkali terputus di tengah jalan. Selain fokus bertahan, Persik Kediri juga beberapa kali mengancam melalui skema serangan balik cepat. Kecepatan pemain sayap Persik sempat membuat lini belakang Persib kalang kabut, meskipun hingga akhir pertandingan tidak ada gol yang tercipta dari kedua belah pihak.
Reina menunjukkan kelasnya sebagai pelatih yang jeli melihat celah. Ia tidak menginstruksikan pemainnya untuk bermain “parkir bus” secara total, melainkan melakukan tekanan (pressing) di area tertentu untuk memaksa pemain Persib melakukan kesalahan umpan. Inilah yang membuat laga ini menjadi salah satu pertandingan paling taktis di musim BRI Liga 1 2025/2026.
Peran Vital Penjaga Gawang dan Lini Belakang Macan Putih
Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam laga di mana Tim Asuhan Marcos Reina, Persik Kediri Berhasil Tahan Imbang Pemuncak Klasemen BRI Liga 1 Persib Bandung, peran penjaga gawang Persik sangatlah krusial. Beberapa penyelamatan gemilang di babak kedua berhasil menggagalkan peluang emas yang dimiliki Persib.
Koordinasi antara bek tengah juga patut diacungi jempol. Mereka tampil sangat tenang meskipun berada di bawah tekanan ribuan suporter lawan (jika bermain tandang) atau ekspektasi tinggi publik Kediri. Kedewasaan bermain yang ditunjukkan oleh skuad asuhan Marcos Reina ini menjadi sinyal positif bahwa Persik Kediri siap bersaing dengan tim-tim raksasa di sisa musim ini.
Ketangguhan fisik para pemain Persik juga menjadi faktor penentu. Hingga menit-menit akhir pertandingan (injury time), konsentrasi mereka tidak pecah sedikit pun. Hal ini menunjukkan bahwa program latihan fisik yang diterapkan oleh Marcos Reina selama jeda kompetisi telah membuahkan hasil yang signifikan.
Dampak Hasil Imbang Terhadap Klasemen BRI Liga 1

Hasil imbang ini membawa dampak yang cukup besar bagi kedua tim di tabel klasemen sementara. Bagi Persib Bandung, kehilangan dua poin berarti posisi mereka di puncak klasemen menjadi terancam oleh para pesaing di bawahnya yang terus menempel ketat. Status pemuncak klasemen kini menjadi beban tersendiri bagi Maung Bandung setelah ditahan imbang oleh tim yang secara peringkat berada di bawah mereka.
Bagi Persik Kediri, hasil ini adalah suntikan moral yang luar biasa. Berhasil mencuri poin dari pemuncak klasemen membuktikan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk mengalahkan siapa pun. Berikut adalah poin-poin penting dampak dari laga ini:
-
Peta Persaingan Juara: Persaingan di posisi empat besar semakin memanas karena selisih poin yang semakin tipis.
-
Kepercayaan Diri Persik: Anak asuh Marcos Reina kini semakin optimis untuk merangkak naik ke papan tengah atau bahkan menembus zona championship series.
-
Evaluasi Persib: Bojan Hodak dipaksa kembali ke papan strategi untuk mencari solusi saat menghadapi tim dengan pertahanan gerendel seperti yang dipraktikkan Persik.
Masa Depan Persik Kediri di Bawah Marcos Reina
Melihat bagaimana Tim Asuhan Marcos Reina, Persik Kediri Berhasil Tahan Imbang Pemuncak Klasemen BRI Liga 1 Persib Bandung, publik Kediri kini memiliki harapan baru. Reina telah mengubah identitas bermain Persik menjadi tim yang lebih terorganisir dan sulit ditembus. Fleksibilitas taktik yang ia tunjukkan menjadi modal berharga untuk menghadapi berbagai karakter lawan di Liga 1.
Ke depannya, tantangan bagi Reina adalah menjaga konsistensi. Menahan imbang tim besar adalah prestasi, namun memenangkan laga melawan tim-tim papan bawah dan menengah adalah kewajiban jika ingin memperbaiki posisi secara signifikan. Penggemar setia Persik tentu berharap agar performa seperti saat melawan Persib ini bisa terus dipertahankan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Perjalanan di BRI Liga 1 masih panjang, namun satu hal yang pasti: Marcos Reina telah membawa angin segar bagi Persik Kediri. Kecerdikannya dalam meramu strategi pertahanan dan serangan balik telah menjadikan Persik sebagai tim “pembunuh raksasa” yang harus diwaspadai oleh kontestan lain.
Poin Berharga yang Berasa Kemenangan

Secara keseluruhan, laga ini menjadi bukti bahwa taktik yang matang bisa meredam kekuatan finansial dan kualitas pemain bintang. Fakta bahwa Tim Asuhan Marcos Reina, Persik Kediri Berhasil Tahan Imbang Pemuncak Klasemen BRI Liga 1 Persib Bandung akan selalu diingat sebagai salah satu momen terbaik Persik musim ini. Kediri tidak hanya sekadar bertahan, mereka memberikan perlawanan yang bermartabat.
Skor kacamata mungkin terlihat membosankan bagi penonton netral, namun bagi pecinta taktik sepak bola, ini adalah pertarungan papan catur yang luar biasa antara Reina dan Hodak. Persik Kediri pulang dengan kepala tegak, membawa satu poin yang nilainya setara dengan kemenangan moral di mata para suporternya.
