Persija Jakarta
Ascielemani – Hasil kalah tipis 0-1 dari Semen Padang di Stadion H. Agus Salim pada 22 Desember 2025 lalu meninggalkan luka mendalam bagi skuad Persija Jakarta. Pertandingan yang diwarnai dua kartu merah dan gol yang dianulir tersebut menjadi tamparan keras bagi tim kebanggaan Ibu Kota. Namun, di tengah suasana duka pasca-laga, kapten sekaligus palang pintu utama Persija, Rizky Ridho, langsung mengambil kendali kepemimpinan.
Ridho secara terbuka mendesak Persija Jakarta fokus lawan Bhayangkara FC dalam laga tunda pekan ke-8 yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025. Bagi bek Timnas Indonesia ini, tidak ada waktu untuk meratapi nasib. Persija harus segera bangkit jika ingin terus bersaing di jalur perebutan juara musim ini.
Evaluasi Total Pasca-Kekalahan Persija Jakarta di Padang

Kekalahan dari Semen Padang bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan masalah kedisiplinan yang menjadi sorotan utama. Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Figo Dennis menerima kartu kuning kedua, hingga berakhir dengan 9 pemain akibat kartu merah Fabio Calonego di masa injury time, menunjukkan adanya lubang besar dalam kontrol emosi pemain.
Rizky Ridho menyadari hal ini. Ia menekankan bahwa untuk menghadapi Bhayangkara FC, Persija Jakarta tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Disiplin taktik dan ketenangan di lapangan hijau menjadi syarat mutlak yang diminta sang kapten kepada seluruh elemen tim. “Kami harus introspeksi. Kekalahan kemarin adalah pelajaran mahal tentang bagaimana menjaga fokus selama 90 menit,” ujar Ridho dalam sesi evaluasi tim.
Pentingnya Tiga Poin di Kandang Sendiri
Pertandingan melawan Bhayangkara FC akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) atau Jakarta International Stadium (JIS), yang merupakan “rumah” bagi Macan Kemayoran. Ridho menegaskan bahwa bermain di depan ribuan The Jakmania harus menjadi motivasi tambahan, bukan beban.
Tiga poin melawan Bhayangkara FC bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Persija Jakarta saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 29 poin, hanya terpaut tipis dari Borneo FC dan Persib Bandung. Tergelincir sekali lagi berarti memberikan jalan bagi rival untuk menjauh, atau bahkan tergeser oleh tim di bawahnya seperti Malut United yang mengintai dengan ketat.
Mewaspadai Kekuatan Kolektif Bhayangkara FC

Meskipun Bhayangkara FC saat ini berada di peringkat ke-10, Rizky Ridho enggan meremehkan tim berjuluk The Guardian tersebut. Bhayangkara dikenal memiliki transisi permainan yang cepat dan sering merepotkan tim-tim besar melalui serangan balik yang efektif.
“Bhayangkara FC memiliki pemain-pemain berkualitas dan organisasi game yang rapi. Kami tidak boleh melihat posisi mereka di klasemen. Fokus kami adalah bagaimana menjalankan instruksi pelatih dan meminimalisir kesalahan individu,” tambah Ridho. Fokus pada lawan kali ini sangat krusial karena Bhayangkara sering kali tampil mengejutkan saat bermain sebagai tim tamu.
Peran Vital Rizky Ridho sebagai Pemimpin Lapangan
Sebagai kapten yang baru saja memperpanjang kontrak hingga 2028, tanggung jawab Rizky Ridho di pundaknya kian besar. Ia bukan hanya bertugas mematahkan serangan lawan, tetapi juga menjadi motivator bagi rekan-rekannya, terutama pemain muda.
Keputusan Ridho untuk absen dari seremoni Puskas Award 2025 demi fokus pada jadwal padat Persija menunjukkan komitmen totalnya. Ia ingin memastikan bahwa seluruh pemain memiliki frekuensi yang sama: mengutamakan kepentingan klub di atas pencapaian individu. Mentalitas seperti inilah yang diharapkan mampu menular ke seluruh skuad jelang bentrokan dengan Bhayangkara FC.
Permohonan Maaf dan Janji kepada The Jakmania
Rizky Ridho menyadari bahwa kekecewaan terbesar dirasakan oleh The Jakmania, apalagi laga kontra Semen Padang sebelumnya berdekatan dengan momen perayaan ulang tahun fanbase tersebut. Permintaan maaf telah ia sampaikan secara terbuka, namun ia tahu bahwa maaf saja tidak cukup.
“Kami berhutang kemenangan kepada suporter. Cara terbaik untuk menebus kesalahan di Padang adalah dengan memberikan performa maksimal dan kemenangan telak atas Bhayangkara FC,” tegasnya. Dukungan Jakmania di stadion nantinya diharapkan menjadi energi ekstra bagi para pemain untuk tampil habis-habisan sejak peluit pertama dibunyikan.
Strategi dan Kesiapan Skuad Macan Kemayoran

Pelatih Persija Jakarta kemungkinan besar akan melakukan rotasi atau perubahan strategi mengingat absennya beberapa pemain akibat akumulasi kartu merah. Rizky Ridho mendesak agar siapa pun yang dipercaya tampil harus siap 100 persen. Fokus pada latihan taktikal di Sawangan menjadi agenda utama dalam beberapa hari terakhir.
Lini belakang yang dikomandoi Ridho diharapkan bisa tampil lebih solid dan klinis dalam menghalau serangan lawan. Koordinasi antara lini tengah dan depan juga menjadi perhatian, mengingat Persija Jakarta seringkali mendominasi penguasaan bola namun kesulitan dalam penyelesaian akhir (finishing).
Kesimpulan
Seruan Rizky Ridho agar timnya fokus total adalah alarm bagi seluruh skuad Persija Jakarta. Menghadapi Bhayangkara FC di penghujung tahun 2025 ini adalah momentum transisi; apakah Persija akan bangkit dan terus bersaing di papan atas, atau justru terpuruk dalam tren negatif.
Dengan kepemimpinan Ridho yang kuat dan dukungan fanatik The Jakmania, laga kontra Bhayangkara FC diharapkan menjadi panggung pembuktian bahwa Macan Kemayoran masih memiliki taring yang tajam untuk menerkam lawan-lawannya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
