Guillermo Fernandez
Ascielemani – Dunia sepak bola Indonesia kembali dikejutkan dengan gebrakan transfer besar di awal tahun 2026. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, Semen Padang FC, secara resmi mengumumkan perekrutan bomber asal Spanyol, Guillermo Fernandez Hierro. Langkah ini diambil oleh manajemen tim berjuluk “Kabau Sirah” sebagai bentuk keseriusan untuk mendongkrak performa tim di kasta tertinggi kompetisi domestik, BRI Super League 2025/2026.
Kehadiran pemain jebolan Athletic Bilbao ini diharapkan menjadi solusi instan bagi tumpulnya lini depan Semen Padang FC yang selama putaran pertama berjuang keras keluar dari zona merah. Dengan pengalaman merumput di liga-liga top Eropa, Fernandez membawa harapan baru bagi para pendukung setia yang memadati Stadion Haji Agus Salim.
Profil Guillermo Fernandez, Striker Berpengalaman dari Negeri Matador

Guillermo Fernandez bukanlah nama sembarangan di kancah sepak bola internasional. Lahir di Bilbao, Spanyol, pada 23 Mei 1993, pemain berusia 32 tahun ini memiliki rekam jejak yang cukup mentereng. Ia merupakan produk asli akademi Athletic Bilbao, salah satu klub paling prestisius di La Liga Spanyol yang dikenal sangat selektif dalam membina pemain.
Sepanjang kariernya, Guillermo telah mencatatkan lebih dari 450 pertandingan profesional. Ia pernah merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi Spanyol (La Liga) bersama Athletic Bilbao dan Elche. Tak hanya itu, ia juga memiliki pengalaman bermain di ajang paling bergengsi di dunia, Liga Champions UEFA. Reputasinya sebagai “pembunuh” di kotak penalti semakin diperkuat dengan fakta bahwa ia pernah mencetak brace atau dua gol ke gawang raksasa dunia, Real Madrid, saat membela CD Numancia di ajang Copa del Rey.
Sebelum memutuskan untuk berlabuh di Padang, Guillermo sempat menjajaki karier di Asia bersama NorthEast United di Indian Super League. Di sana, ia tetap menunjukkan ketajamannya dengan mencetak 5 gol dari 19 penampilan. Statistik ini menunjukkan bahwa proses adaptasi Guillermo dengan iklim sepak bola Asia berjalan cukup baik, sebuah modal penting sebelum ia menghadapi kerasnya kompetisi di Indonesia.
Misi Penyelamatan: Membawa Kabau Sirah Keluar dari Zona Degradasi
Keputusan manajemen Semen Padang FC untuk mendatangkan Guillermo Fernandez tidak lepas dari posisi tim yang saat ini tengah terhimpit di papan bawah klasemen. Hingga pertengahan musim, Kabau Sirah masih tertahan di peringkat ke-17 dengan koleksi poin yang sangat minim.
Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa perekrutan ini adalah bagian dari evaluasi total.
“Kami menyadari bahwa lini serang menjadi salah satu kelemahan utama kami di putaran pertama. Guillermo datang dengan profil yang sangat kami butuhkan: berpengalaman, memiliki finishing yang dingin, dan mampu menjadi pemimpin di lapangan,” ujarnya.
Manajemen berharap Guillermo bisa langsung nyetel dengan skema permainan yang diterapkan oleh pelatih. Targetnya jelas, yakni meraih poin maksimal di setiap laga kandang dan mencuri poin di laga tandang demi memastikan Semen Padang FC tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Adaptasi dan Latihan Perdana di Indarung

Guillermo Fernandez Pemain Semen Padang dilaporkan telah tiba di Kota Padang sejak pertengahan Januari 2026. Tak butuh waktu lama bagi sang pemain untuk langsung terjun ke lapangan hijau. Pada Minggu, 18 Januari 2026, ia terpantau sudah mengikuti sesi latihan perdana di mess tim, Indarung.
Dalam sesi latihan tersebut, Guillermo tampak antusias dan cepat berbaur dengan rekan-rekan setimnya. Meski cuaca di Padang jauh lebih lembap dibandingkan Spanyol, sang striker mengaku siap memberikan 100 persen kemampuannya. Kehadirannya juga memberikan energi positif bagi pemain lokal lainnya yang merasa termotivasi dengan kedatangan pemain kelas Eropa.
Persaingan Ketat di Lini Depan dan Skema Taktik Dejan Antonic
Kedatangan Guillermo Fernandez melengkapi komposisi pemain asing Semen Padang FC yang sebelumnya telah diperkuat oleh nama-nama seperti Boubakary Diarra, Ravy Tsouka, dan Kianz Froese. Di bawah asuhan pelatih Dejan Antonic, Semen Padang diprediksi akan mengubah gaya bermain mereka menjadi lebih ofensif di putaran kedua.
Guillermo kemungkinan besar akan diplot sebagai penyerang tunggal dalam formasi $4-2-3-1$ atau berduet dengan striker lokal dalam skema $4-4-2$. Keunggulannya dalam penempatan posisi dan duel udara setinggi 181 cm akan menjadi senjata mematikan dalam memanfaatkan umpan-umpan silang dari sisi sayap.
Selain Guillermo, manajemen juga mendatangkan beberapa pemain pendukung lainnya untuk memastikan aliran bola ke lini depan tetap lancar. Persaingan di lini depan pun dipastikan semakin sengit, yang diharapkan mampu memacu semangat kompetisi sehat di dalam tim.
Harapan Suporter, The Kmers dan Spartacks Menanti Gol Perdana

Bagi para pendukung setia Semen Padang FC, seperti kelompok suporter The Kmers dan Spartacks, kehadiran Guillermo Fernandez adalah angin segar di tengah mendungnya prestasi tim musim ini. Media sosial klub pun dibanjiri dengan komentar positif dan ekspektasi tinggi dari para fans.
Mereka berharap debut Guillermo dapat terjadi saat laga krusial melawan Bali United di partai pembuka putaran kedua. Kemenangan di laga tersebut bukan hanya soal tiga poin, melainkan pernyataan bahwa Semen Padang FC telah kembali dan siap bertarung habis-habisan untuk naik ke papan tengah.
Penutup
Bergabungnya Guillermo Fernandez ke Semen Padang FC adalah salah satu transfer paling ambisius di musim 2026. Dengan profil mentereng dan pengalaman di liga top dunia, ia memikul beban besar untuk menjadi juru selamat Kabau Sirah. Kini, publik sepak bola Sumatera Barat tinggal menunggu pembuktian di lapangan: apakah sang matador mampu menjinakkan ganasnya pertahanan lawan di BRI Super League?
