Mirza Mustafic
Ascielemani – Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, menjadi saksi bisu terciptanya tinta emas dalam sejarah sepak bola modern Indonesia. Pada laga lanjutan pekan ke-18 Super League musim 2025/26 yang berlangsung Selasa sore kemarin, sebuah kejutan luar biasa terjadi hanya dalam hitungan detik setelah peluit pertama dibunyikan. Gelandang serang andalan tim tamu, Mirza Mustafic, berhasil mencatatkan namanya di papan skor saat pertandingan baru berjalan 30 detik.
Gol kilat ini tidak hanya membungkam ribuan suporter tuan rumah, PSM Makassar, tetapi juga resmi memecahkan rekor sebagai gol tercepat di kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2025/26. Kecepatan, visi, dan sedikit keberuntungan menyatu dalam momen yang kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola nasional.
Detik-Detik Terciptanya Gol Kilat Mirza Mustafic

Pertandingan antara PSM Makassar melawan tim tamu sejatinya diprediksi akan berjalan alot sejak menit awal. Namun, skenario tersebut langsung buyar ketika wasit meniup peluit kick-off. Tim tamu yang memulai penguasaan bola langsung melakukan skema serangan balik cepat (lightning attack) dari sisi sayap kanan.
Bola dialirkan dengan satu-dua sentuhan yang sangat presisi di lini tengah. Sebelum barisan pertahanan PSM yang dikomandoi oleh bek veteran mereka siap mengatur posisi, sebuah umpan terobosan membelah jantung pertahanan. Mirza Mustafic yang muncul dari lini kedua dengan kecepatan tinggi berhasil menyambut bola liar hasil sapuan yang tidak sempurna dari bek lawan.
Dengan ketenangan luar biasa, Mustafic melepaskan tembakan melengkung ke pojok kiri gawang tanpa mampu dijangkau oleh kiper PSM. Papan skor berubah menjadi 0-1 saat jarum jam belum genap berputar satu menit—tepatnya di detik ke-30. Stadion yang tadinya bergemuruh mendadak hening, kecuali tribun kecil yang diisi oleh pendukung tim tamu yang bersorak histeris.
Memecahkan Rekor Super League 2025/26
Sebelum gol ini tercipta, rekor gol tercepat musim ini dipegang oleh striker Persija Jakarta yang mencetak gol pada menit ke-2 (detik ke-85) saat melawan Barito Putera di awal musim lalu. Keberhasilan Mirza Mustafic memangkas waktu tersebut hingga ke angka 30 detik merupakan pencapaian yang fenomenal.
Secara statistik, mencetak gol di bawah satu menit memerlukan koordinasi tim yang sempurna dan kelengahan total dari pihak lawan. Dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan, Mustafic mengaku bahwa gol tersebut bukanlah kebetulan semata.
“Kami sudah melatih skema tekanan tinggi (high pressing) sejak sesi latihan di awal minggu. Pelatih menginstruksikan kami untuk langsung menusuk jika melihat celah di antara dua bek tengah mereka. Saya hanya berada di posisi yang tepat dan saat bola datang, saya tidak berpikir dua kali,” ujar pemain asal Bosnia-Herzegovina tersebut.
Analisis Taktik, Mengapa Pertahanan PSM Bisa Bobol Begitu Cepat?

Kekalahan mental di menit awal seringkali menjadi momok bagi tim manapun, tak terkecuali bagi tim sekelas PSM Makassar yang dikenal memiliki pertahanan yang solid di kandang. Ada beberapa faktor teknis yang menyebabkan rekor ini bisa tercipta:
-
Kurangnya Konsentrasi Awal: Pemain bertahan PSM tampaknya belum sepenuhnya “panas” saat pertandingan dimulai. Ada celah komunikasi saat transisi dari posisi menyerang (saat kick-off) ke posisi bertahan.
-
Eksploitasi Lini Tengah: Mirza Mustafic memiliki kemampuan membaca ruang yang sangat baik. Ia tidak dijaga secara ketat (marking) karena gelandang bertahan tuan rumah terlalu fokus pada pergerakan striker utama.
-
Kualitas Lapangan yang Mendukung: Aliran bola yang cepat di atas rumput Stadion Gelora BJ Habibie memudahkan tim tamu melakukan umpan-umpan pendek mematikan yang menjadi awal petaka bagi tuan rumah.
Kekalahan di detik awal ini menjadi pelajaran berharga bagi jajaran pelatih PSM. Di liga yang semakin kompetitif seperti Super League 2025/26, kehilangan fokus meski hanya 10 detik bisa berarti kehilangan poin penting di klasemen.
Profil Mirza Mustafic: Sang Maestro Lini Tengah
Siapakah sebenarnya Mirza Mustafic? Bagi pengamat Super League musim ini, nama Mustafic memang tengah naik daun. Sejak didatangkan pada bursa transfer musim panas, ia telah menjadi motor serangan yang tak tergantikan. Pemain berusia 27 tahun ini memiliki gaya main yang elegan, mengingatkan kita pada sosok playmaker klasik namun dengan kecepatan fisik modern.
Sebelum merumput di Indonesia, Mustafic memiliki pengalaman bermain di beberapa liga Eropa Timur. Pengalamannya menghadapi tekanan tinggi di liga-liga tersebut membentuk mentalitasnya menjadi pemain yang sangat tenang di depan gawang. Gol 30 detik ini hanyalah salah satu bukti dari kualitas kelas dunia yang ia bawa ke kompetisi tanah air.
Dampak Psikologis Gol Cepat dalam Pertandingan Sepak Bola
Dalam psikologi olahraga, gol yang terjadi di bawah menit ke-5 memiliki dampak “crushing” atau menghancurkan mental lawan. Bagi tim yang mencetak gol, ini adalah suntikan adrenalin yang luar biasa. Mereka akan merasa memiliki kendali penuh atas jalannya pertandingan.
Sebaliknya, bagi PSM Makassar, kebobolan di detik ke-30 memaksa mereka mengubah seluruh rencana permainan (game plan) yang telah disusun selama berhari-hari. Mereka dipaksa keluar menyerang lebih awal, yang justru seringkali meninggalkan lubang di pertahanan yang bisa dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol kedua.
Sejarah mencatat bahwa gol-gol cepat seperti ini seringkali menentukan hasil akhir pertandingan. Meskipun PSM berusaha membalas di sisa waktu 89 menit, beban mental akibat gol pemecah rekor tersebut terlihat jelas membebani langkah kaki para pemain “Juku Eja”.
Perbandingan dengan Rekor Gol Tercepat Dunia

Meski gol 30 detik Mirza Mustafic sangat luar biasa untuk standar liga Indonesia, di kancah dunia ada beberapa rekor yang lebih gila lagi. Sebagai perbandingan:
-
Di Liga Inggris, Shane Long pernah mencetak gol dalam waktu 7,69 detik.
-
Di kompetisi internasional, Lukas Podolski pernah mencetak gol untuk Jerman hanya dalam 6 detik melawan Ekuador.
Walaupun belum menyentuh angka di bawah 10 detik, pencapaian Mustafic tetaplah sebuah sejarah bagi sepak bola Indonesia. Mengingat intensitas liga kita yang cenderung melambat di menit-menit awal, gol 30 detik adalah sebuah anomali yang sangat positif untuk tontonan sepak bola yang lebih menghibur.
Harapan untuk Super League di Sisa Musim 2025/26
Terciptanya rekor baru oleh Mirza Mustafic pemain Bali United ini membuktikan bahwa kualitas kompetisi Super League 2025/26 semakin meningkat. Para pemain asing yang datang bukan lagi sekadar nama besar, melainkan mereka yang benar-benar memberikan kontribusi taktis dan performa di lapangan.
Rekor ini diprediksi akan bertahan cukup lama, kecuali ada tim lain yang berani menerapkan strategi serangan total sejak detik pertama. Bagi para penggemar sepak bola, momen-momen seperti inilah yang membuat kita tetap cinta pada drama di atas lapangan hijau.
Selamat untuk Mirza Mustafic atas rekor barunya! Akankah ada pemain lain yang mampu mematahkan rekor 30 detik ini sebelum musim berakhir? Kita tunggu saja drama selanjutnya di pekan-pekan mendatang.
