Rodrigo Dias
Ascielemani – Geliat bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 membawa kejutan besar bagi para suporter setia Persik Kediri, Persikmania. Manajemen tim berjuluk Macan Putih ini resmi memperkenalkan Rodrigo Dias sebagai amunisi anyar di lini depan. Striker jangkung asal Brasil ini didatangkan untuk menjadi solusi atas tumpulnya lini serang pada putaran pertama sekaligus menjadi tumpuan baru dalam ambisi Persik menembus papan atas klasemen.
Kehadiran pemain bernama lengkap Rodrigo da Silva Dias ini bukan sekadar menambah kuota pemain asing, melainkan sebuah langkah strategis dari pelatih Marcos Reina. Dengan rekam jejak yang cukup mentereng di kompetisi Asia Tenggara, ekspektasi tinggi kini berada di pundak pemain berusia 32 tahun tersebut untuk membawa kejayaan kembali ke Stadion Brawijaya.
Profil Rodrigo Dias, Striker Brasil dengan Jam Terbang Tinggi di Asia

Lahir di Governador Valadares, Brasil, pada 26 Januari 1994, Rodrigo Dias membawa aroma sepak bola Samba yang dipadukan dengan pengalaman luas di kancah Asia. Ia merupakan produk jebolan akademi Cruzeiro, salah satu klub raksasa di Brasil, yang telah melahirkan banyak talenta kelas dunia.
Sebelum mendarat di Kediri pada Februari 2026, Rodrigo telah mencicipi berbagai atmosfer liga di Asia Tenggara. Ia pernah merumput di Vietnam bersama Quang Nam FC dan Nam Dinh FC, di mana ia mencatatkan statistik impresif dengan total 20 gol dan 12 assist dari 60 penampilan. Pengalamannya berlanjut ke Liga Malaysia dan terakhir di Liga Thailand bersama PT Prachuap FC serta Lamphun Warriors.
Keberanian Persik merekrut pemain dengan tinggi badan 1,90 meter ini didasari pada kebutuhan tim akan sosok “target man” yang dominan. Rodrigo bukan hanya sekadar striker yang menunggu bola, tetapi seorang petarung yang sudah terbiasa dengan gaya main keras dan cepat khas sepak bola Asia Tenggara.
Menjadi Solusi Lini Depan Macan Putih
Selama putaran pertama musim 2025/2026, Persik Kediri kerap kali mengalami kendala dalam penyelesaian akhir. Ketergantungan pada pemain sayap untuk mencetak gol membuat pola serangan Macan Putih mudah terbaca oleh lawan. Kedatangan Rodrigo Dias diharapkan mampu memecah kebuntuan tersebut melalui beberapa keunggulan teknis yang ia miliki:
-
Dominasi Udara: Dengan postur hampir dua meter, Rodrigo adalah ancaman nyata dalam situasi bola mati maupun umpan silang. Ini memberikan dimensi baru bagi taktik Marcos Reina yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan bola-bola pendek.
-
Kemampuan Pivoting: Pelatih Marcos Reina memuji kemampuan Rodrigo dalam melakukan pivoting. Ia mampu membelakangi gawang lawan, menahan bola, dan memberikan ruang bagi gelandang atau penyerang sayap seperti Ernesto Gomez untuk merangsek masuk ke kotak penalti.
-
Insting Gol di Kotak Penalti: Rekam jejaknya di Liga Vietnam menunjukkan bahwa Rodrigo memiliki penempatan posisi (positioning) yang sangat baik. Ia tahu kapan harus melakukan delay dan kapan harus melakukan sprint untuk menyambut umpan matang.
Skema Taktik Marcos Reina, Duet Maut Rodrigo dan Ernesto Gomez

Manajemen Persik tidak hanya mendatangkan Rodrigo Dias sendirian. Mereka juga memboyong Ernesto Gomez, pemain sayap lincah asal Spanyol. Langkah ini mengisyaratkan bahwa Marcos Reina ingin membangun koneksi baru di lini serang.
Dalam skema 4-3-3 atau 4-2-3-1 yang sering diterapkan, Rodrigo Dias Pemain Persik Kediri akan diplot sebagai penyerang tengah tunggal. Namun, dengan adanya Ernesto Gomez di sisi sayap, Persik kini memiliki “pelayan” yang ideal bagi Rodrigo. Ernesto yang dikenal unggul dalam situasi satu lawan satu dan memiliki akurasi umpan silang yang baik, diprediksi akan menjadi pemasok bola utama bagi sang striker Brasil tersebut.
“Rodrigo Dias adalah striker yang sangat kuat dan bagus dalam menjaga keseimbangan antara permainan menyerang dan bertahan saat melakukan pivoting. Kehadirannya akan memperkaya pilihan taktik kami,” ujar Marcos Reina dalam sesi latihan di Stadion Gelora Daha Jayati.
Tantangan Adaptasi dan Ekspektasi Suporter
Bergabung di tengah musim bukanlah perkara mudah. Rodrigo Dias dihadapkan pada tantangan adaptasi cuaca, kultur sepak bola Indonesia yang dikenal sangat mengandalkan fisik, serta tuntutan dari Persikmania yang haus akan kemenangan. Apalagi, ia datang menggantikan beberapa pemain asing yang dilepas seperti Pedro Matos dan Sylvain Atieda.
Namun, tanda-tanda positif sudah terlihat. Dalam sesi latihan perdana, Rodrigo tampak cepat membaur dengan rekan-rekan setimnya. Sambutan hangat dari para pemain lokal dan pemain asing lainnya seperti Jon Toral dan Adrian Luna membuat proses penyesuaian diri Rodrigo berjalan lebih lancar.
Bagi suporter, Rodrigo Dias adalah simbol harapan baru. Setelah melihat tim kesayangan mereka naik-turun di klasemen, kehadiran juru gedor yang haus gol menjadi dambaan. Jika Rodrigo mampu segera “nyetel” dengan ritme Super League, bukan tidak mungkin Persik Kediri akan menjadi tim yang paling ditakuti di sisa musim 2026.
Investasi Tepat untuk Masa Depan Persik

Perekrutan Rodrigo Dias adalah bukti keseriusan manajemen Persik Kediri untuk tetap kompetitif. Dengan profil fisik yang menunjang, pengalaman internasional yang luas, serta dukungan dari skema taktik pelatih yang modern, Rodrigo Dias memiliki semua syarat untuk sukses di Indonesia.
Publik Kediri kini menanti aksi debutnya. Apakah sang raksasa dari Brasil ini akan langsung tancap gas dan menjadi mesin gol baru, ataukah ia memerlukan waktu untuk memoles ketajamannya? Satu yang pasti, lini pertahanan lawan di Super League kini punya satu alasan lagi untuk merasa waswas saat bertandang ke markas Macan Putih.
